Mengolok hingga Menanti Hasil, Ragam Reaksi Dunia atas Pemilu AS 2020
Ajang pilpres Amerika telah datang. 3 November 2020 waktu di tempat atau 4 November waktu Indonesia.
agen judi bola terbesar shin tae yong dapat dukungan korsel
Gelaran Pemilu AS bukan saja jadi fokus perhatian masyarakat di negeri Paman Sam ini, dan juga dunia, yang memerhatikan dengan cermat acara pesta demokrasi ini serta siapa yang nantinya akan pimpin negara adidaya ini di depan.
Seperti diambil dari VOA Indonesia, Rabu (4/11/2020), pimpinan paling tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, adalah pimpinan dunia yang menyimak pilpres di Amerika. Dalam pidatonya di tv nasional hari Selasa 3 November, Khamenei mengolok-olok pemilu dengan mencuplik claim tidak berdasarkan yang dikatakan petahana Presiden Donald Trump mengenai manipulasi pemilih.
"Bila kita menyaksikan keadaan di Amerika, ini bagus sekali dibaca. Petahana presiden yang langsungkan pemilu itu menjelaskan ini ialah pemilu sangat diakali dalam riwayat Amerika. Siapa yang menjelaskannya? Presiden yang berkuasa serta langsungkan pemilu ini. Lawannya menjelaskan Trump punya niat lakukan manipulasi. Itu demokrasi Amerika," kritik Khamenei.
Lebih jauh Khamenei menggarisbawahi sikap Iran lama jika siapa saja yang dipilih, tidak jadi kebutuhan Iran. "Hasil pemilu presiden ini bukanlah kepentingan kami," serta menambah jika peraturan Iran tidak dikuasai oleh hasil pemilu Amerika.
Iran merasai imbas besar sekali sesudah Presiden Trump di tahun 2018 memikat mundur Amerika dari kesepakatan nuklir dengan Iran – yang disetujui dengan 5 negara adidaya yang lain di tahun 2015 – serta lakukan desakan maksimal yang merontokkan ekonomi Iran dan hentikan pemasaran minyak mentah secara terbuka ke luar negara itu.
Calon presiden Partai Demokrat Joe Biden menjelaskan akan menimbang untuk kembali lagi menyetujui kesepakatan nuklir Iran itu serta peluang memberikan imbalan untuk menolong ekonomi Iran.
Awalnya Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam satu acara di ibukota Moskow, memberi komentar pemilu presiden Amerika, terutamanya untuk performa Partai Demokrat dengan menjelaskan, "Dalam Amerika serta ajang internasional, Partai Demokrat mengikut pendekatan sosialis. Ini memperingatkan saya untuk demokrasi sosial di Eropa. Kemungkinan bila ini diakui oleh team Biden, akan ada keputusan mengenai pengeluaran bujet serius di bagian pelindungan kesehatan serta sektor sosial lain, seperti pengajaran."
Tanggapan Korea Selatan serta Venezuela
Berlainan dengan Iran serta Rusia, Korea Selatan serta Venezuela benar-benar menunggu hasil pemilihan presiden Amerika. Ingat status Amerika selaku sekutu paling kuat Korea Selatan, hasil pemilihan presiden diperkiakan akan mengubah secara berarti keadaan politik di Semenanjung Korea.
Seorang ahli Korea Utara, Shim Beom-cheol, percaya pemerintahan Trump akan percepat usaha langsungkan tatap muka lain dengan Korea Utara dibandingkan bila Biden yang memenangi pemilihan presiden.
Sesaat Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjelaskan siapa saja yang memenangi periode kedudukan empat tahun di depan, dia siap mengawali set baru dengan Amerika. "Kami mempunyai peraturan tunggal yakni diskusi, diskusi serta diskusi dengan siapa saja yang memenangi pemilihan presiden Amerika."
Pemerintahan sosialis Venezuela mempunyai jalinan yang tidak begitu baik dengan Amerika dalam lima tahun akhir ini. Dalam sikap untuk akhiri kepresidenan Maduro, Trump tutup kantor Kedutaan Besar Amerika di Caracas serta memberi suport ke kompetitor Maduro, yakni Juan Guaido, untuk pimpin Konferensi Venezuela. Pemerintahan Trump menetapkan sangsi keuangan yang luas serta aparatur penegak hukum Amerika menuntut Maduro lakukan kejahatan narkoba dan siap menghadiahkan 15 juta dolar untuk penangkapannya.
Pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 makin dekat, salah satunya langkah untuk selalu dapat turut pemilu serta aman dari Covid-19 ialah mencoblos melalui pos. Semacam apa ya metodenya?
