Cawapres Kamala Harris Berpotensi Jadi Presiden AS di 2024
Kamala Harris diprediksikan jadi capres Amerika Serikat untuk 2024. Jalan Kamala diprediksikan mulus jika Joe Biden meraih kemenangan di pemilu AS 2020.
mesin slot online terbaik trik jitu menang jackpot slot
"Jika Kamala Harris naik mencalonkan di 2024, serta itu untuk pemilih wanita adalah satu daya magnet sendiri untuk memberikan dukungan agar mereka masuk Gedung Putih," tutur Guru Besar Politik Internasional Kampus Pelita Keinginan, Aleksius Jemadu dalam bincang pemilu AS bersama Liputan6.com, Rabu (4/11/2020).
Prediksi Kamala Harris selaku calon presiden telah lama tersebar di pembicaraan politik AS. Simpatisan Donald Trump sering mengkritik jika pilih Joe Biden sama juga pilih Kamala Harris.
Untuk pemilu AS 2020, Kamala Harris dipandang memberi daya magnet untuk pemilih wanita dan minoritas. Sudah diketahui, Kamala adalah turunan kulit hitam serta India.
Umur Kamala Harris masih tetap muda, yaitu 56 tahun. Kamala cuman sedikit lebih muda dari Bekas Presiden Barack Obama.
"Kamala prospektif, benar-benar dinamis serta pasti memikat kelompok wanita untuk pilih Joe Biden," terang Aleksius.
Untuk Pemilu AS 2020, Donald Trump kembali lagi maju bersama Wakil presiden Mike Pence.
Personalitas Mike Pence lebih introvert dibanding Donald Trump yang paling ektrovert. Mike Pence notabene berhaluan spiritual serta mempunyai kekuatan untuk bawa Donald Trump ke tim agama Evangelical.
Pemilih Evangelical relatif punya pengaruh untuk politik AS di sejumlah negara sisi.
"Mike Pence saya berpikir ia bawa konsituen Evangelical. Mike Pence yang bawa Trump ke barisan itu serta itu lumayan kuat," terang Aleksius.
Founder Foreign Kebijakan Community of Indonesia (FPCI) yang bekas Duta besar RI untuk Amerika Dino Patti Djalal menyebutkan, calon wakil presiden tidak begitu punya pengaruh di pemilu AS. Tiap pemilu terus menyoroti figur calon presiden.
"Seluruh pemilu di AS is always about president, jadi unsur calon wakil presiden tidak begitu penting untuk pemilu," tutur Dino.
Dino menerangkan jika calon wakil presiden selalu memilik peranan selaku pengimbang. Selaku contoh, bila figur calon presiden begitu ke kiri (liberal), karena itu calon wakil presiden dapat menyamakan dengan bawa ke spektrum tengah (moderat).
"Jadi (calon wakil presiden) tidak begitu penting dalam makna pemilu amerika terus, always, presidential candidate," tutur Dino.
Ke-2 parpol penting di AS barusan mengakhiri pakta nasionalnya semasing, dengan formalisasi Joe Biden-Kamala Harris Capres-Cawapres Partai Demokrat, dan petahana Donald Trump-Mike Pence dari Partai Republik.
